DISABILITAS YANG TER-BULLY


Terbiasa Di Bully 

w644

                           27 tahun yang lalu saya lahir ke dunia tidak pernah menginginkan seperti ini, ibu mengatakan bahwa pada waktu di dalam kandungan geraknya sudah tidak aktiv dan lemah , proses kelahiranpun karena akses jalan kurang memadai dan harus di gotong beramai ramai oleh keluarga hingga kerabat, hingga ke jalan raya yang sudah banyak transpotasi untuk membawa ibu ku melahirkan, hingga saya lahir dan beberapa bulan kemudian saya terkena panas tinggi dan kejang-kejang , di karenakan insfrastukturnya belum memadai , se sampainya di rumah sakit tidak tertolong karena perjalanya terlalu lama dan menyita banyak waktu , hingga saya di vonis syarafnya banyak yang kena, menyebabkan berbagai kendala , kedua orang tua kala itu belum menerima di karenakan anak pertama laki-laki pula , mereka berdua selalu bertengkar karena diriku yang menderita seperti ini , seharusnya anak tumbuh dan mulai berjalan 0-1 tahun sudah bisa berjalan , kalo saya baru bisa berjalan 4 tahun , berangkangan saja di lantai , usaha kedua orang tua saya biar sembuh sangat luar biasa keras , dari medis sampai non medis , ketabib-tabib , terapi dengan cara kaki di kubur didalam tanah , di suruh gerak-gerak dll,

                            Sampai 4 tahun saya bisa berjalan walaupun berjalanya berbeda dengan orang normal pada umumnya , bicaranya kurang jelas dan gerakan tubuh juga berbeda mungkin bahasa disabilitasnya adalah tuna daksa , gerakan tubuh yang kurang mungkin ,

Masuk sekolah dasar umur 7 tahun di buly ,di cemooh , di hina ,sedikit-sedikit nangis orang masih kecil  ya nangis merengek , di katain mirip MR.BEAN di katain pengkrang  dan pengkrang itu saya gak bisa menggambarkan karena itu bahasa jawa ya mungkin artinya cara jalanya yang sangat berbeda dengan yang lain , cara bicara nya dan gerak jalanya juga banyak di tiru sama mereka mereka ,

                                    Sampai saya lulus SD dan masuk Ke SMP, Jantung saya berdebar-debar  mungkin karena takut untuk di bully , rasa minder terus ada karena di SMP tersebut cuman saya dengan kondisi seperti ini yang bersekolah disana , bahkan pertama kali masuk SMP keluarga saya sempet ke kediaman kepala sekolah dan menyampaikan keadaan ini , di sekolahan awalnya cuman diam saja gak mau bicara takut , di bully terus , kata mereka mirip ini dan itu , kamu anak seperti ini kog sekolah buat apa dsb ,tapi setelah terbiasa mulai akrab dan mengenal akhirnya sudah berjalan begitu saja sampai lulus, kemudian melanjutkan ke SMK dan ini fase yang lebih parah menurutku, tahu sendiri kejailan anak-anak remaja yang baru mulai masuk ke Sekolah menengah atas/kejuruan apalagi tempatnya di gabung, itu merupakan yayasan islam yang terkenal ,Ada SMP SMA Dan SMK di gabung menjadi satu tempat apalagi pada saat upacara , yang kumpul semua anak-anak tersebut , pada awalnya saya sama bapak ke sekolah favorit untuk mendaftar , tetapi di karenakan tadinya penginya jurusan otomotif , sudah penuh di suruh ke jurusan yang lain pertanian dan peternakan, sudah daftar di situ jurusan peternakan , pada waktu mau tes saya tidak mau karena jurusan tersebut bukan minat

                           Lalu mendaftarlah di yayasan tersebut , di tes lah di situ karena mau ambil jurusan otomotif di tes otomotif setelah tes tersebut selesai , dinyatakan tidak lulus dan harus mengambil jurusan yang lain dan  akhirnya mengambil jurusan Teknik Komputer dan Jaringan yang sering di singkat (TKJ)

                          images  Mulai takut mulai minder pada waktu ikut upacara dan ketemu banyak anak-anak dan harus mengikuti MOS di sekolah , berjalanya beberapa waktu sering sekali di olok-olok , kakak-kakak kelas dan temen-temen lainya , bingung harus gimana, saya mencoba bersabar dan membiarkan mereka pada akhirnya sampai habis dan mulai frustasi , saya tidak pernah berangkat lagi, dari rumah berangkat tapi tidak sampai di sekolahan , cuman bisa menangis dan bersedih , bengong di tempat sepi ,  sambil merenung ya allah kenapa engkau kasih cobaan seberat ini, itu saya lakukan seminggu sampai saya gak mau lagi bersekolah, kedua orang tua tahu bahwa anaknya tidak bersekolah sudah satu minggu lamanya dari sekolah yang memberikan surat , mereka berdua menangis, kamu kenapa…..?? tanya bapak dan ibu , saya cuman diam

                Saya bilang pak bu, saya merasa tidak kuat , mau berhenti saja dari sekolah

Ibu bilang jangan , siapa yang membuatmu begini ngomong , nanti saya tak bilang kegurunya

Enggak, pokoknya saya mau keluar dari sekolah

Bapak bilang , pindah saja ya….??

Nanti saya tak ngomong ke gurunya

Kemudian saya pindah ke sekolah yang lain dan sekolahan masih baru dan belum banyak muridnya ,pindah disitu pun masih takut , minder , campur aduklah perasaan ini

Mulai berjalan ,alhamdullilah sampai lulus SMK

Lanjut ke perguruan tinggi , awalnya tidak mau melanjutkan , namun karena dorongan orang tua , akhirnya lanjut ke perguruan tinggi , ke universitas swasta di yogyakarta , pada awal kulliah juga seperti itu minder tapi setelah berjalanya waktu dan terbiasa dan temen-temen kuliah juga sudah pada dewasa sehingga mereka lebih mengerti , kendala kuliah adalah pada saat presentasi di depan dan harus menyampaikan materi , presentasi itu di tuntut untuk jelas dan lugas, ya bagaimana mau jelas bicara saja susah kadang dosen kurang mengerti karena dosen kan jarang ke kampus dan lain sebagainya , point penting didalam kuliah adalah gimana kita dekat dengan dosen dan bicaranya lancar , nilai OK deh, yang bicaranya dan presentasinya paling bagus menjadi point utama di masa kuliah , karena saya ngambi prodi teknik informatika di tuntut untuk jago hitung menghitung ya nilainya pas pasan hehe

                      Sempet down juga , sempet cuti kuliah juga setengah tahun karena masalah ke minderan yang tak kunjung usai dan  , akhirnya tiba waktunya akhir semester KKN Dan Skripsi tak buat berbarengan , ya bimbingan skripsi ya kkn juga kadang itu lah menjadikan saya setelah lulus itu rindu pada waktu itu

                          Saya selesai yudisium kuliah  bulan maret 2018, kemudian kampus saya menerapkan wisuda cuman dua kali dalam satu tahun , wisuda priode pertama itu bulan juni , jadi saya ikut wisuda di bulan juni 2018 , maret sampai juni saya putuskan untuk beristirahat dan sambil browsing-browsing nyari lowongan pekerjaan , pada waktu mau di wisuda saya berangkat duluan karena ada banyak proses pra wisuda yang saya harus jalani untuk sementara saya menginap di tempat simbah saya d gunung kidul , pada hari H wisuda orang tua dan keluarga hadir , menyaksikan proses wisuda , kedua orang tua saya meneteskan air mata ,di situ saya menangis dan mengucapkan minta maaf dan banyak terima kasih atas perjuanganya , selesai wisuda saya memutuskan untuk tak ikut kembali dulu ke rumah karena mau langsung mencari pekerjaan , mulai mencari kesana kemari , di tolak di sana dan sini katanya ini lowongan hanya untuk umum dan lain sebagainya , itu yang mereka katakan kepada saya , karena disana belum ada pekerjaan saya memutuskan kembali dan ikut mengabdi di suatu yayasan di daerah purbalingga , lalu langsung ada tes cpns tahun 2018 , wah ini kesempatan besar, mendaftarlah , berkas sudah lulus , kemudian ikut tes SKD , ternyata belum rezekinya, karena saya di yayasan tesebut tadinya ada temen yang dari satu desa kemudian dia pindah ke jakarta akhirnya saya memutuskan untuk tidak kembali lagi kesana , karena memang jaraknya yang cukup jauh satu jam dengan kendaraan bermotor , jadi saya putuskan untuk menghabiskan waktu di rumah dan mencari kerjaan lewat media sosial browsing dimana-dimana , ikut tes sana-sini, setahun itu mulai frustasi di pertengahan tahun 2019 saya memutuskan untuk kembali ke yayasan tersebut sambil mencari pengalaman , karena saya masih minim sekali pengalaman dan alhamdulillah walaupun ya

                    gaji cuman seberapa tetapi ini hanya batu loncatan saja , karena mungkin  saya kurang teliti pada saat mengikuti CPNS 2020 ini , berkas saya ada yang kurang ter upload jadi tidak lulus berkasnya

Alhamdulillah di tahun 2020 ini seleksi CPNS di buka untuk disabilitas dan saya sangat senang sekali semoga dapat di tingkatkan lagi di berbagai sektor untuk kami-kami ini yang luar biasa,

                         Saya cuman orang yang lemah dan cuman di kuat-kuatkan terus menerus tanpa lelah , saya mencoba untuk tidak teus larut dalam kesedihan , ini adalah sebagian kecil dari berbagai rintangan, karena hidup harus di hadapi dan perjalanan masih panjang, cobaan dan ujian juga semakin berat nantinya , saya cuman berdoa ,Ya allah ringankanlah beban hidupku.

Hanya ingin berbagi cerita dan tidak ada tujuan dan maksud apapun

Beryukur adalah kuncinya , walaupun kadang di bawah dan di atas

Tetaplah menjadi dirimu sendiri

 

 

Terima Kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s