perkembangan teknologi dan pengaruh di masyarakat


hal

  •     Teknologi, antara lain dapat diartikan sebagai penerapan ilmu pengetahuan dalam suatu bidang. Teknologi komunikasi adalah suatu penerapan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan komunikasi. Komunikasi adalah upaya untuk menciptakan kebersamaan. Maka Tekhnologi komunikasi merupakan penerapan ilmu pengetahuan guna melancarkan upaya untuk mencapai kebersamaan dalam makna antar orang dalam masyarakat.
  •         Proses, atau hasil dari proses dapat dikatakan sebagai teknologi, yang selain kompleks juga meliputi banyak komponen. Teknologi selalu meliputi dengan perangkat keras atau perangkat lunak. Rogers (1986) mendefinisikan teknologi komunikasi sebagai alat perangkat keras, struktur organisasi dan nilai-nilai sosial yang digunakan untuk mengumpulkan, memproses dan mempertukarkan informasi dengan orang lain. Kunci utama dari teknologi komunikasi lain yang baru adalah elektronika. Teknologi elektronika dewasa ini memungkinkan kita untuk mencitakan alat komunikasi apapun yang kita idamkan, asal mau membayar biayanya. Perhatian  masyarakat pada umumnya masih hanya tertuju pada perangkat keras ( TV, Video recorder, komputer) dan perangkat lunak (program siaran, film)

Masih Merupakan Isu : Apa Yang Mempengaruhi Apa?

Perhatian secara sistematis terhadap komunikasi, termasuk media massa yang di anggap memiliki kekuatan besar. Walter Lipmann dalam bukunya Public Opinion (1922) mengatakan betapa pentingnya peranan pers, tetapi sekaligus juga menekankan tentang keterbatasannya. Dikatakan olehnya, bahwa berapapun besarnya pengaruh pers tidak akan mampu berperan sebagai pengganti lembaga-lembaga (yang menopang demokrasi). Namun, anggapan tersebut sempay digoyahkan oleh seuah penelitan pada tahun  1940 tentang perilaku pemilih dalam pemilihan umum di Erie Country, Ohio, Amerika Serikat. Dalam penelitaian tersebut ternyata pers hanya memperkuat kecenderungan perilaku yang memang sudah ada sebelumnya setelah itupun berbagai riset memperkuat hasil studi tahun 1940 tersebut.    Joseph Klapper (1960) mengatakan bahwa komunikasi massa tidak harus mutlak berkemampuan menjadi penyebab dari efek klahayak, tapi hanya melakukan  peranannya diantara dan melalui faktor penyela yang sangat banyak dan kompleks.

Kritik Terhadap Kebudayaan Massa

Namun masih ada saja golongan yang tetap beranggapan, bahwa teknologi komunikasi, termasuk media massa, mempunyai kekuatan pengaruh yang besar, terutama meid pers yang dianggap terlalu berkuasa, yang dikontrol oleh orang-orang yang berkuasa pula. Golongan ini terdiri dari pihak yang sangat meminati kebudayaan populer. Golongan ini melihat media massa seolah-olah akan mendorong masyarakat dengan hasil-hasil budaya tinggi kearah massa yang kurang berpikir. Dan kurang didukung oleh bukti yang akurat, oleh karena itu perlu diwaspadai. Pada dekade 70an, ada kecenderungan baru dalam pandangan para pakar mengenai pengaruh teknologi dan media komunikasi. Memang benar kalau dikatakan bahwa pengaruh cukup besar, tetapi sifat dan besar kecilnya pengaruh inilah justru yang harus didefinisikan secara lebih berhati-hati.

Pandangan Makin Terfokus Secara Rinci

Pengaruh isi ada yang terbatas secara individual, tapi ada pula yang menyangkut masyarakat luas. Medium atau proses komunikasi bercorak personal berbeda dengan yang bercorak masal.Isi komunikasi yang menekankan kejadian (event), berbeda pengaruhnya daripada isi komunikasi yang mementingkan sifat editorial atau interpretatif (penafsiran). Khalayak pun terdiri dari banyak segmen, masing-masin memberikan tanggapan dan sikap berlainan terhadap pesan yang sama. Hasil dari berbagai penelitian selama ini belum dapat memberikan penegsan secara konsisten mengenai pengaruh langsung dari teknologi komunikasi terhadap perubahan sikap atau perilaku. Namun demikian, akibat kognitif (cognitife effect) dari teknologi komunikasi massa sempat tercatat oleh berbagai penelitian yang dilakukan oleh Mac Combs dan Shaw selama pemilihan presiden pada tahun 1968.Hasilnya menunjukan bahwa sebagian pemilih, paling sedikit para pemilih yang belum dapat menentukansikap atau keputusan , telah memberikan perhatian mereka terhadap berita politik yang berasal dari semua sumber. Pengaruh agenda setting dari media massa juga terasa meskipun terbatas bagi kira-kira 2001 pemilih yang belum dapat menentukan keputusannya seperti terbukti dalam penilitian di Elmira Country, Ohio yang sudah disebut di muka. Perilaku pemilih golongan ini diduga dipengaruhi oleh media massa (dalam hal ini pers) jadi tidak melalui perantaraan interpretasi atau dorongan yang berasal dari sumber-sumber institusi antar personal.

Pengaruh Dalam Situasi Abnormal

Efek teknologi komunikasi massa yang lebih luas dan menyangkut tidak hanya kognisi tetapi juga sikap dan perilaku khalayak dapat kita temukan barangkali hanya dalam situasi komunikasi dan kondisi sosial yang sangat khusus bahkan abnormal. Studi yang dilakukan O’Conner (1990) mengenai siaran radio oleh dan dikalangan masyarakat buruh di pertambangan di Bolivia Amerika Latin, telah mengungkapkan sebuah pengalaman komunikasi yang sangat unik atau khas. Stasiun radio dikalangan buruh pertambangan ini dikelola dan dibiayai oleh mereka sendiri sebagai lembaga komunikasi massa yang berfungsi informasi, pendidikan, hiburan, sosial bahkan politik. Yang mereka siarkan tidak hanya warta-berita, musik, drama, tetapi sering juga disisipkan pengumuman tentang rapat para pimpinan setempat, lulusan sekolah dan acara wisuda, olahraga, pertemuan dan pesta sosial.

Penerapan Teknologi Dalam Pendidikan

Dalam bidang pendidikan formal dan nonformal, besarnya peranan teknologi komunikasi juga sudah sangat dirasakan. Harus diakui, bahwa teknologi komunikasi merupakan produk dari kemajuan ekonomi, ilmu dan teknologi serta industri. Tercatat sudah ada 377.300 unit jumlah video tape di 102.719 seklah negeri dan swasta Studi yang telah dilakukan oleh Elly dkk (1989). Momentun untuk aplikasi komputer dalam pendidikan sekolah terus meningkat. Asosiasi pendidikan nasional menegaskan komitmennya utuk menjadikan komputer sebagai bagian mutlak dari kurikulum dan pengelolaan pendidikan sekolah dengan maksud untuk merestruktur lingkungan pendidikan. Teknologi pendidikan, khususnya penggunaan komputer, dilaksanakn sebagai upaya untuk memecahkan masalah-masalah dalam pengajaran, termasuk bagi golongan murid dan lambat atau berprestasi rendah maupun yang berbakat tinggi. Aplikasi komputer juga dipakai untuk memecahkan masalah-masalah pemerataan, termasuk pemerataan mutu pengajaran. Pendidikan jarak jauh (distance education) menempati kedudukan penting dalam teknologi pendidikan, teknologi komunikasi dan informasi. Terutama dalam bidang sistem penyampaian kita temukan hubungan yang erat antara pendidikan jarak jauh (PJJ) dengan teknologi pendidikan dengan teknologi komunikasi. Sebab, tiada program kegiatan PJJ yang tidak melibatkan aspek-aspek perangkat keras dan perangkat lunak, disamping desain dan pengembangan perangkat pelajaran (“courseware”). Penekanan pada desain dan pengembangan bahan pelajaran adalah sangat menentukan bagi peserta didik yang belajar tanpa kontak pribadi (face to face atau tatap muka dengan pengajarnya). Sesungguhnya, antar komunikasi dan edukasi (pendidikan) banyak sekali persamaan dan titik temunya. Namun perbadaan yang barangkali paling menyolok ialah bahwa dalam wilayah pendidikan khalayaknya jauh lebih terseleksi sehingga isi dan penyiarannya juga lebih terfokus, sedangkan monitoring dan evaluasi dari efeknya merupakan suatu keharusan (misalnya ulangan, ujian) dan diselenggarakan dengan mekanisme yang lebih efektif dengan frekuensi jauh lebih tinggi.

Teknologi Komunikasi Di Indonesia

Hampir selama 20 tahun terakhir, teknologi komunikasi di Indonesia telah mencapai kemajuan yang sangat pesat, berkat pembangunan nasional. Kemajuannya ditopang dengan Satelit Palapa dan forum komuniikasi seperti kelompencapir. Namun tingakatannya masih rendah, upaya untuk meningkatkannya lebih tinggi dari keadaan sekarang tentunya tidak ringan karena kemajuan dan kemampuan teknologi komunikasi tidak terlepas dari kemajuan dan kemampuan ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi serta industri bangsa Indonesia. Namun masih harus di akui bhwa tingktannya masih rendah di karenakan pada titik awalnya (1969), modal komunikasi Indonesia berada dalam keadaan yang minim sekali. Upaya untuk meningkatkanya lebih tinggi dari keadaan sekarang tidak ringan karena harus di imabangi dengan kemajuan ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi industri indonesia. Pengembangan teknologi komunikasi Indonesia masih berkisar pada aspek perangkat keras dan secara terbatas pada perangkat lunak. Namun ada beberapa hal positif dalam sistem komunikasi Indonesia misalnya Penggalakan Radio Swasta (Nasional), Pers atau surat kabar masuk desa.

Pengaruhnya Terhadap Perubahan Perilaku Masyarakat Indonesia

Masyarakat indonesia masih jauh dari predikat Masyarakat Informasi.al tersebut disebabkan dengan penduduk Indonesia 10 tahun ke atas, masih ada sekitar 68 juta (56%) yang belum tamat Sekolah Dasar 6 tahun. Di samping itu pun ada sekitar 22 juta yang belum pandai membaca dan berhitung meurut data SUPAS pada tahun 1985.  Keadaan sekarang semakin membaik sehingga kita bisa memperkirakan berapa yang terkena terpaan dan mengerti sehingga dapat memproses media massa meskipun masih minim. Media komunikasi massa yang meskipun tetap hadir (prevalen) namun peranannya tidak pernah runtut tetapi selalu terputus-putus (intermittent) dan tidak pernah ada (dan tidak perlu) tuntas (exhaustive). Memang fungsi pokok media massa hanyalah memberikan penyadaran (awareness) dan pengetahuan awal. Bimbingan dan tuntutan para pemimpin formal dan informal secara demokratis, kekeluargaan dan terbuka, akan menciptakan jaringan komunikasi melalui jalur-jalur suprastruktur dan infrastruktur sosial dalam masyarakat kita yang berfungsi dengan baik dan efektif demi perubahan perilaku masyarakat yang kita inginkan. Komunikasi sosial yang tercipta karenanya, benar-benar akan merupakan komunikasi sosial yang terbuka, jujur, dan bertanggung jawab. Terbuka karena sudah dewasa, tidak takut perbedaan, tidak takut pada pikiran-pikiran yang berbahaya. Jujur karena sempat dikaji oleh kontrol dewasa yang terpercaya serta bertanggung jawab.

Komunikasi Dan Pengembangan Masyarakat

Bimbingan dan untunan para pemimpin formal dan in-formal secara demokratis, kekeluargaan dan terbuka, akan menciptkan jaringan komunikasi melalui jalur-jalur supra struktur  dan infra struktur sosial dalam masyrakat kita yang berfungsi secara baik dan efektif. Kommunikasi sosail yang terjadi karena benar-benar dan tidak di paksakan dan merupakan komunikasi sosial yang terbuka, jujur dan bertanggung jawab. Dalam keadaan kritis, teknologi komunikasi merupakan instrumen untuk menjamin kelangsungan hidup suatu masyarakat. Keterlibatan media komunikasi melahirkan profesi teknologi pendidikan yang berkembang dengan kuat, pesat dan sangat bergairah. Teknologi komunikasi dapat memberikan peranannya dakam perubahan perilaku masyarakat Indonesia, jika agenda setting media massa terintegrasi dan ditopang oleh sistem dukungan sosial yang terbuka, dinamis dan diberi kesempatan untuk ikut bertanggung jawab.

  • Komunikasi intrapersonal

Komunikasi dengan diri sendiri. Seorang individu menjadi sender dan juga sekaligus menjadi receivernya.

  • Komunikasi interpersonal

Ada lawan bicara dalam proses komunikasi kita, komunikasi yang dilakukan untuk mendapat feedback dari orang tersebut. Komunikasi itu dapat dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Komunikasi kelompok

Menurut Michael Burgoon (dalam Wiryanto, 2005), komunikasi kelompok adalah “Interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat.”.

  • Komunikasi organisasi

Ahli komunikasi Devito mendefinisikan komunikasi yang satu ini sebagai upaya pengiriman dan penerimaan pesan baik dalam organisasi dikelompok formal maupun informal.

  • Komunikasi massa

Merupakan suatu bentuk komunikasi dengan melibatkan khalayak luas yang biasanya menggunakan teknologi media massa seperti, surat kabar, majalah, radio, dan televisi.

  • Komunikasi antar budaya.

Komunikasi antarbudaya menurut Charley H. Dood, meliputi komunikasi yang melibatkan peserta komunikasi yang mewakili pribadi, antarpribadi, dan kelompok, dengan tekanan pada perbedaan latar belakang kebudayaan yang mempengaruhi perilaku komunikasi para peserta.

Pembahasan Komunikasi

Keberagaman bentuk tersebut menyiratkan bahwa memang setiap manusia merupakan makhluk sosial. Manusia tidak bisa hidup tanpa manusia yang lainnya. Dan manusia tidak bias tidak berkomunikasi. Setiap individu pasti melakukan kegiatan komunikasi setidaknya komunikasi dengan diri sendiri atau biasa disebut intrapersonal.

Melalui berbagai bentuk komunikasi yang ada, kita dapat memberikan penjelasan secara umum bahwa kegiatan komunikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara.Seiring berjalannya waktu, komunikasi tidak dapat dipisahkan dengan ‘media massa’. Teknologi yang semakin maju, cara berkomunikasi yang beragam, serta semakin boomingnya sosial media menjadi salah satu contoh nyata perkembangan dalam dunia komunikasi.

Marshall McLuhan melalui bukunya Understanding Media, telah mengemukakan sebuah konsep yakni pada masanya perkembangan teknologi komunikasi akan memicu dunia ini menjadi sebuah global village (desa global). Konsep yang dijelaskan oleh Marshall McLuhan memaparkan bahwa tidak ada lagi pembatasan, baik dari sisi waktu maupun tempat dalam komunikasi. Contohnya seperti sejauh apapun jarak dan perbedaan waktu antara kita dengan orang lain, semuanya akan sangat mudah ditempuh dengan berbagai teknologi, khususnya internet. Walaupun terpisah benua, seseorang dapat melakukan komunikasi tatap muka melalui sosial media yakni salah satunya Skype. Kemajuan tersebut tentunya akan membawa dampak pada kehidupan masyarakat. Contoh lainnya adalah, salah satu pulau di Indonesia yaitu Pulau Komodo berhasil dinobatkan sebagai 7 Keajaiban Dunia oleh UNESCO.

Tak dapat dipungkiri, pencapaian itu dapat terjadi karena besarnya dukungan masyarakat Indonesia khususnya para pengguna internet dan sosial media. Segala informasi mengenai Pulau Komodo dapat terinformasikan dengan cepat ke berbagai pelosok dunia. Fenomena yang terjadi di Indonesia kali itu merupakan salah satu contoh positif dari kemajuan teknologi khususnya di Indonesia.

Di era sekarang, teknologi sangat erat kaitannya dengan Internet. Perkembangan internet itu sangat mempengaruhi kehidupan sosial serta cara berkomunikasi seseorang., Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia terus mengalami peningkatan. Tahun 1998 hanya 500ribu orang yang menggunakan internet, namun dimulai pada tahun 2012 pengguna internet meroket menjadi 63juta orang. Angka itu bahkan diprediksi akan terus meninggkat menjadi 139juta orang pada tahun 2015.

Perkembangan yang terjadi terhadap telepon genggam juga semakin mempermudah komunikasi melalui sosial media maupun internet. Hanya dari sebuah handphone kita bisa mendapatkan begitu banyak informasi secara singkat. Smartphone , itulah sebutan untuk handphone canggih yang dapat berfungsi hampir sama dengan sebuah computer jinjing atau laptop namun berukuran jauh lebih kecil. Bila dilihat dari sudut pandang ini, kemajuan teknologi memberikan kita kesempatan untuk hidup secara lebih mudah. Hal tersebut merupakan kemudahan untuk mendapatkan atau juga menyebarkan informasi yang diinginkan.

Perkembangan teknologi pada masa kini yang terus berkembang, sehingga membuat Internet serta banyak sosial media juga semakin berkembang. Walaupun belum ke seluruh bagian Indonesia, namun hal-hal berbau kemajuan teknologi tersebut telah tersebar ke hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Kebanyakan orang yang mengakses internet atupun sosial media di Indonesia ini adalah mereka yang menggunakan handphone. Berdasarkan riset dari lembaga AC Nielsen juga tercatat 95% pengguna ponsel di Indonesia memanfaatkan alat tersebut untuk mengakses Internet. Kini terasa seperti tidak ada batasan dengan orang lain meski mereka berjarak ratusan ribu kilometer dari lokasi seseorang. Hal itu terjadi karena kemajuan di teknologi masa kini. Konsep McLuhan terbukti benar, kini khususnya di Indonesia, banyak sekali manusia yang bergantung pada teknologi dan sangat sulit untuk lepas dari hal-hal seputar teknologi. Bahkan bisa dibilang di era ini bila seseorang tidak menggunakan teknologi-teknologi tersebut, orang tersebut tidak dapat diterima dengan baik di lingkungannya (contoh: dalam pekerjaan, beberapa perusahaan memiliki syarat khusus mengenai kemampuan menggunakan berbagai teknologi). Kemajuan teknologi dalam berkomunikasi massa ini telah membawa banyak dampak serta perubahan dalam masyarakat.

Dampak Perkembangan Teknologi

Sisi positifnya adalah masyarakat yang menjadi pengguna aktif teknologi, situs-situs, serta media komunikasi sosial, mereka dapat menyampaikan informasi dan juga mendapatkan informasi secara lebih mudah. Komunikasi khususnya di Indonesia terasa seakan menjadi lebih mudah seiring perkembangan teknologi ini.Bila dilihat dari sisi negatifnya, kemajuan teknologi ini membuat orang menjadi malas untuk berkomunikasi secara langsung. Orang lebih memilih berinteraksi melalui handphonenya ketimbang berkomunikasi dengan orang disekitarnya. Contoh, seorang anak sibuk ber-chatting dengan teman melalui handphone miliknya ketimbang berbicara dengan saudaranya saat acara keluarga sedang berlangsung. Kadang kemajuan teknologi ini juga membuat seseorang menjadi kurang peka dengan ekspresi saat sedang berkomunikasi dengan lawan bicaranya.

Saat orang sudah terlalu sibuk dengan telepon atau PC miliknya, lalu mereka menghabiskan waktu yang cukup lama untuk berinteraksi di dunia maya, mereka tidak sadar bahwa saat itu mereka sedang membuang waktunya untuk berinteraksi dengan hidup sebenarnya yang berada disekitar mereka. Banyaknya pengguna sosial media dan pengakses internet ini, membuktikan bahwa masyarakat Indonesia lebih suka berinteraksi dan bergaul secara virtual dengan pengguna sosial media dan internet lainnya. Menurut survey yang dilakukan MarkPlus Insight (dailysocial.net) pada tanggal 13 November 2012 mengenai pengguna internet di Indonesia, ada tiga hal yang dapat mendukung pernyataan mengenai banyaknya orang yang berkomunikasi virtual. 40% dari pengguna Internet di Indonesia, yakni sekitar 24,2 juta penduduk mengakses Internet lebih dari 3 jam di setiap harinya. Selain itu, mayoritas pengguna Internet di Indonesia ini berusia 15 hingga 35 tahun. Serta kurang lebih 56,4% orang termasuk bargain hunter yakni masyarakat yang dapat mengakses Internet untuk mencari informasi serta segala hal untuk kebutuhan dirinya dalam waktu yang cukup lama. Secara khusus untuk Indonesia, kemajuan di bidang teknologi ini sangat berdampak terhadap berbagai aspek. Aspek tersebut diantaranya di sektor ekonomi dan juga sosial. Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo), salah satu dari jajaran Menteri Republik Indonesia tersebut menyatakan bahwa Indonesia sebagai salah satu negara yang masyarakatnya terbanyak mengakses Internet di dunia. Selain itu, ada juga sebuah lembaga riset menyebutkan bahwa Indonesia merupakan peringkat ke lima dalam daftar pengguna smartphone terbesar di seluruh dunia. Di dalam data tersebut juga disebutkan bahwa Indonesia menduduki posisi 5 besar dengan pengguna aktif internet yakni sebanyak 47 juta atau sekitar 14% dari seluruh total pengguna ponsel.

Salah satu ahli komunikasi massa yakni Harold D. Laswell dan Charles Wright pernah menyatakan fungsi sosial media massa. Fungsi sebenarnya antara lain yang pertama sebagai salah satu bentuk upaya penyebaran informasi dan interprestasi seobjektif mungkin mengenai peristiwa yang terjadi (Social Surveillance). Kedua, sebagai upaya penyebaran informasi yang dapat menghubungkan satu kelompok sosial dengan kelompok sosial lainnya (Social Correlation). Berikutnya sebagai upaya pewarisan nilai-nilai luhur dari satu generasi ke generasi selanjutnya (Socialization). Dan yang terakhir adalah sebagai penghibur khalayak ramai (Entertainment). (Dahlan, 2008)

Keempat fungsi menurut Harold D. Laswell dan Charles Wright ini mulai terkikis sehubungan dengan kemajuan teknologi yang sedang terjadi. Kini batasan akan komunikasi massa dan komunikasi antar pribadi menjadi agak semu. Karena dengan semakin berkembangnya teknologi khususnya di Indonesia, mengikuti itu akan muncul juga cara-cara berkomunikasi yang baru, dalam hal ini misalkan melalui sosial media. Mungkin kini fungsi telepon genggam dari yang awalnya hanya berfungsi untuk mengirimkan pesan atau menelepon seseorang telah berkembang jauh menjadi ‘laptop’ yang dapat dengan mudah dibawa kemana saja. Contoh yang berhubungan dengan perkembangan tersebut adalah kini seseorang bias saja tidak mengetahui nomor telepon seseorang padahal orang tersebut merupakan sahabat karibnya. Orang tersebut lebih memilih menyimpan pin bb dibandingkan dengan menyimpan nomor telepon orang itu.

Melihat fenomena yang sedang terjadi khususnya di Indonesia ini, sangat dikhawatirkan perkembangan teknologi itu membawa dampak buruk terhadap kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Sehubungan dengan perkembangan ini, dibutuhkan juga peningkatan akan kesadaran masyarakat mengenai lingkungan sekitarnya. Perubahan karena perkembangan teknologi yang terjadi cukup cepat ini, secara tidak sadar maupun sadar telah merubah beberapa pola hidup masyarakat khususnya Indonesia. Contohnya kini banyak sekali anak-anak yang mengalami ketergantungan akan gadget mereka maupun orang tuanya.

Selain itu dampak negatifnya adalah perkembangan mereka dalam hal bersosialisasi menjadi sangat lamban. Karena mereka terlalu fokus dengan gadget tersebut. Dan di Indonesia kini, peranan media massa, teknologi, serta sosial media memegang kendali yang cukup tinggi. Hal tersebut dapat dengan mudah dan relatif cepat untuk mempengaruhi opini publik. Contoh, di dalam dunia Twitter dikenal istilah buzzer. Buzzer disini bertindak semacam opinion leader yang bila orang itu men-tweet sesuatu, maka akan banyak yang berfikir seperti buzzer tersebut berfikir. Kemajuan teknologi memang membawa dampak positif yang banyak namun begitu juga dampak negatifnya. Dalam kasus buzzer ini misalnya, bila informasi yang disebarkan merupakan ilmu penting dan berguna maka itu menjadi hal yang sangat positif, namun bila informasi tersebut merupakan rekayasa atau fitnah terhadap seseorang atau sesuatu maka hal itu akan merugikan pihak terkait.

Kesimpulan yang perlu kita perhatikan adalah semua orang khususnya masyarakat Indonesia harus benar-benar cerdas utnuk memilah mana sisi positif dan negatifnya agar perkembangan teknologi yang terjadi serta bagaimana komunikasi itu selayaknya dilakukan, dijalankan dengan benar dan seimbang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s